PERANAN GURU DALAM PELESTARIAN NILAI-NILAI LUHUR MORAL PANCASILA

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.       Pengertian Nilai-Nilai Luhur Pancasila

Nilai adalah sifat,keadaan atau kualitas dari sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia baik dari lahir maupun dari batin. Berpangkal tolak pada sudut pandang bangsa dalam menggapai segala ikhwal yang berhubungan dengan kehidupannya, maka bangsa Indonesia berkembang nilai-nilai dasar kemudian dalam pancasila.

Nilai-nili dasar ini kemudian berkembang menjadi norma dasar untuk selanjutnya menjadi norma moral, norma hokum dan norma pembangunan yang akan dijadikan pegangandalam hidup bermasyarakat, bangsa dan bernegara. Nilai-nilai dasar itu adalah sebagai berikut:

  1. 1.        Keimanan dan Ketaqwaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa

“Percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing  menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab,” mengandung pengertian bahwa setiap manusia Indonesia mengakui dan yakin akan adanya Tuhan Yang Maha Esa serta menjalankan perintah-Nya, berdasarkan ajaran agama yang diperlakukan dan kepercayaan yang dianutnya masing-masing.

Dengan keyakinan dan ketaqwaan tersebut akan menimbulkan kesadaran untuk mengakui dan mempertahankan sesame pemeluk agama dan kepercayaan, sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk tuhan yang sama derajatnya, yang sama hak-hak kewajiban asasinya.

Meskipun agama yang dipeluk dan kepercayaan yang dianutya berbeda-beda, akan tercipta keadaan yang mencerminkan adanya pengertian, saling menghargai dan saling mempercayai serta adanya suasana kekeluargaan, kedamaian, ketentraman dan persahabatan dalam hidup bersama.

 

  1. 2.        Keadilan

Dengan sila kemanusiaan yang adil dan beradab, manusia diakui dan diperlukan sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Sama derajatnya, sama hak dan kewajiban-kewajiban asasinya, tanpa membedakan suku keturunan agama, kedudukan social, warna kulit dan sebagainya.

“ Adil “ pada hakekatnya memberikan atau memperlakukan seseorang atau pihak lain sesuai dengan apa yang menjadi haknya. Sehingga setiap manusia akan diakui dan diperlakukan sesuia dengan harkat dan martabatnya, erajatnya, hak-hak kewajiban asasinya. Jadi orang bersikap dan bertindak adil apabila ia tidak melanggar hak orang lain atau secara positif memberikan kepada orang lain apa yang  merupakan haknya. Manusia bebeas melaksanakan hak-haknya melainkan harus melaksanakan kewajibannya terlebih dahulu. Kebebasan kita ada batas-batasnya, berupa norma-norma yang berlaku, kepentingan bersama maupun kewajiban kita masing-masing. Dengan menjaga keseimbangan antar hak dan kewajiban manusia bersikap adil.

 

  1. 3.        Keberadaban

 

Manusia beradab apabila dalam berhubungan dengan manusia lain bersikap dan berperilaku dengan menggunakan kemampuan-kemampuan kodratnya, cipta rasa dan karsanya sehingga dalam kehidupan bersama dengan sesamanya ia dengan sadar melaksanakan kewajibannya sesuia dengan tuntutan kodratnya sebagai makhluk social cipataan Tuhan.Manusia beradab dalam berhubungan dengan sesamanya dengan sadar melandaskan sikap pikiran, ide-ide yang dianggap baik dan berguna baginya, terus dihayati dan diamalkan dan mengendap, berkristalisasi dalam masyarakat, terbentuklah suatu system nilai-nilai budaya bangsa.

Wujud konkritnya adalah manusia yang beeradab, saling menghormati dan saling menghargai sesamanya, manusia yang dengan sadar melaksanakan kewajiban-kewajiban asasi dan sosioal, manusia bertnaggung jawab mengembangkan kodratnya sebagai makhluk Tuhan.

 

  1. 4.        Persatuan

Dalam pengalaman hidup bangsa Indonesia diperoleh suatu keyakinan bahwa dalam menjaga eksistensi  bangsa diperlukan persatuan dan kesatun. Persatuan yang mengikat seluruh kekuatan dan potensi bangsa selalu dibina dan dikembangkan demi kelestarian bangsa.

Persatuan dan kesatuan bangsa ini beerkembang dalam bentuk cara bangsa dalam menghadapi segala bentuk ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan.

Wawasan Nusantara sebagai wujud persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Wawasan Nusantara adalah pandangan hidup bangsa Indonesia dalam mendayagunakan kondisi geografi Indonesia, sejarah dan kondisi social budaya untuk mengejawantahkan segala dorongan dan rangsangan dalam mencapai perwujudan aspirasi bangsa dan tujuan nasional yang mencakup :

  1. Kesatuan Politik
  2. Kesatuan Sosial Budaya
  3. Kesatuan Ekonomi
  4. Kesatuan Pertahanan dan Keamanan Negara

 

  1. 5.        Mufakat

Pancasila mengandung pula nilai-nilai dsar mufakat. Bahwa dalam kehidupan bersama bangsa Indonesia menjungjung tinggi mufakat yang dicapai dengan musyawarah, yaitu merupakan penerapan kedaulatan rakyat ataas demokrasidalam segala segi kehidupan. Demokrasi yang dilaksanakan oleh Negara adalah Demokrasi Pancasila dalam rangka pelaksanaan Demokrasi Pancasila, setiap orang apabila mereka termasuk didalam satu kelompok, ikut serta bermusyawarah memecahkan suatu masalah untuk mengambil keputusan, dibenarkan mengeluarkan pendapat serta mengeluarkan pikiran dengan akal sehat manusia, rasional dan bermutu tinggi dan tidak bertentangan dengan kepentingan rakyat, persatuan dan kesatuan bangsa dan tidak mengancam persatuan serta tidak bertentangan dengan dasar Negara pancasila.

Dalam melaksanakan musyawarah untuk mufakat, keputusan musyawarah itu harus benar-benar dijiwai oleh kesadaran dan tanggung jawab. Agar dapat menghasilkan keputusan yang tidak bertentangan dengan kepentingan rakyat, dan tidak mengancam persaatuan dan kesatuan bangsa.

 

  1. 6.        Kesejahteraan

Dalam pembukaan UUD 1945 dengan tegas dicantumkan bahwa tujuan didirikannya Negara Republik Indonesia diantaranya untuk mewujudkan suatu keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia. Yang ingin mewujudkan dengan berdirinya Negara Republik Indonesia bukan  hanya kesejahteraan perorangan, tetapi kesejahteraan yang dapat dirasaskan oleh seluruh rakyat Indonesia. Kemakmuran masyaraktlah yang diutamakan, bukan kemakmuran seseorang.

Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan. Berdasarkan demokrasi ekonomi mencapai kemakmuran bagi semua orang. Kesejahteraan meiputi kesejahteraan lahir maupun batin, terpenuhinya kebutuhan akan menimbulkan rasa puas diri sehingga terciptanya perasaan aman, tentram, tertib, dan damai. Sedangakan makmur lebih pada melimpahnya segala kebutuhan yang diperoleh bagi kehidupan manusia lebih baik lahir maupun batin.

 

  1. 7.        Kebebasan

Ternyata nilai-nilai tersebut diatas tak dapat terjadi tanpa adanya kebebasan. Maka kebebasan ini menlandasi nilai-nilai lainnya.

Kebebasan adlah keleluasaan untuk berbuat atau tidak berbuat sesutatu dengan keinginan kita sendiri. Arti kebebasan yang lebih mendalam adalah kemampuan manusia untuk menentukan sendiri apa yang ingin dilakukan.

Ada dua macam kebebasan yaitu :

a). Kebebasan asasi/esensial, adalah kebebasan manusia untuk menentukan tindakannya sendiri yang bersumber pada martabat manusia sebagai makhluk tuhan. Kemmpuanitu bersumber pada kemampuan manusia untuk berfikir dan berkehendak yang terwujud dalam tindakan, perbuatan yang dilakukan dengan sadar. Jadi kebebasan asasi adalah ungkapan martabat manusia sebagai makhluk tuhan yang mampu melakukan pilihannya sendiri serta menentukan sikap dan pendiriannya sendiri.

b). Kebebasan social berpangkal pada kodrat manusia sebagai makhluk social yang harus hidup dalam kebersamaan dengan manusia-manusia lain untuk mmenuhi kebutuhan hidupnya. Manusia saling membutuhkan satu sama lain oleh karena itu perilaku manusia harus dibatasi kebebasannya. Pembatas kebebasan social itu untuk kepentingan bersama dan untuk menjamin hak-hak semua anggota masyarakat, serta kepentingan dan kemajuan masyarakat.

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

FUNGSI PANCASILA DAN PELESTARIANNYA

 

  1. A.       Fungsi Pancasila Bagi Bangsa Indonesia

Setiap bangsa yang ingin berdiri kokoh dan mengetahui dengan jelas kearah mana tujuan yang dicapainya sangat memerlukan pandangan hidup. Dengan pandang hidup inilah suatu bangsa akan memandang persoalan yang dihadapinya dan menentukan arah set memecahkannya secara tepat.

Bagi bangsa indonesia yang mengalami passing surutnya sejarah pertumbuhan selama lebih dari tiga dasawarsa ini merdeka dan telah mengalami berbagai babak sejarah, maka dapat kita uraikan fungsi pancasila sebagai bangsa Indonesia diantaranya sebagai beerikut:

  •  Pancasila sebagai Falsafah, pandangan hidup bangsa
  • Pancasila sbagai Ideologi Nasional
  • Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Kita yakin bahwa pancasila yang kini menjadi dasar dan falsafah Negara, pandangan hidup dan jiwa bangsa merupakan produk kebudayaan bangsa Indonesia yang menjadi nilai-nilai luhur selama berabad-abad. Pancasila tumbuh dan berkembang dari budaya bangsa sendiri, yang akhirnya disepakati oleh bangsa Indonesia bersama.

Istilah pancsila pertama kali ditemukan dalam buku “Sotasoma”karya Mpu Tantular yang ditulis pada jaman majapahit. Dalam buku itu istilah “pancasila” diartikan sebagai perintah kesusilaan yang lima jumlahnya (Pancasila krama) yang berisi lima larangan untuk  (1). Melkukan kekerasn,(2). Mencuri, (3). Berjiwa dengki, (4). Berbohong, (5). Mabuk akibat miniman keras. Selanjutnya istilah “Sila” itu sendiri dapat diartikan sebagai aturan yang melatar belakangi perlaku seorang atau bangsa, kelakuan atau perbuatan yang menurut adab (sopan santun), akhlak dan moral.

Pancasila kemudian diusulkan Ir. Soekarno sebagai dasar Negara kita pada sidang badan Penyelidik usaha-usaha. Persiapan kemerdekaan Indonesia, melalui proses perumusan menjadi rumusan pancasila yang sekarang ini. Selak saat itu pancasila digunakan sebagai dasar falsafah Negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Uraian fungsi pancasila bagi bangsa Indonesia dintaranay :

 

 

  1. 1.    Pancasila sebagai falsafah, pandangan hisup bangsa

Pancasila mempunyai fungsi dan peranan sebagai pedoman dan pegangan hidup dalam hal sikap,  tingkahlaku dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan bermayarakat bagi bangsa Indonesia dimanapun mereka berada.

Sebelum seseorang bersikap, bertingkah laku atau berbuat, terlebih dahulu ia akan berfikir tentang sikap, tingkah laku dan perbuatan mana yang sebaiknya dilakukan hasil pemikirannya merupakan suatu putusan yang disebut dengan Nilai.

Nilai adalah sifat, keadaan atau kualitas dari sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia  baik lahir maupun batin.Setiap orang dalam kehidupannya, sadar atau tidak sadar, tentu memiliki falsafah hidup atau pandangan hidup. Pandangan hidup atau falsafah hidup seseorang kristalisasi nilai-nilai yang diyakini kebenarannya, ketepatan dan kemanfaatanya.Itulah yang kemudian menimbulakn tekad untuk mewujudkan dalam bentuk sikap tingkah laku dan perbuatan.

Nilai-nilai sebagai hasil pemikiran yang sedalam-dalamnya tentang kehidupan yang dianggap paling baik sebagai falsafah maupun sebagai pandangan hidup.

Nilai-nilai Pancasila dijadikan dasar motifasi dalam segala sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasionalnya terkandung dalam pembukaan UUD 45.

Pancasila sebagai pandangan hidup merupakan pedoman dan pegangan dalam pembangunan bangsa dan Negara agar dapat berdiri kukuh serta mengetahui arah tujuan dalam mengenal dan memecahkan masalah (ideology, politik, ekonomi, social budaya, pertahanan dan keamanan) yang dihadapi bangsa dan Negara. Hal ini sekaligus menjadi pegangan kit ayang mantap agar tidak terombang ambing oleh keadaan apapun, termasuk pula dalam era globalisasi dewasa ini.

 

  1. 2.    Pancasila sebagai Ideologi Nasional

Ideologi adalah ajaran doktrin atau ilmu yang diyakini kebenarannya, yang disusun sistematis dan diberi petunjuk pelaksanaannya dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah yang dihdapinya dalam masyarakat, berbangsa dan bernegara. Suatu pandangan hidup akan meningkat menjadi suatu palsafah hidup spsbila mendapatkan landasan berfikir maupun motivasi yang lebih jelas, sedangkan kristalisasinya kemudian membentuk satu ideology dengan pandangan hidup akan membedakan ideolgi suatu bangsa dengan bangsa lain. Kita mengenal berbagai istilah ideology, seperti ideology Negara, ideology bengsa, dan ideology nasional.

Ideologi Negara khusususnya dikaitkan pengaturan penyelenggaraan pemerintahan Negara, sedangkan ideology nasional mencakup ideology Negara dan ideology yang berhubungan dengan pandangan hidup bangsa Indonesia, ideology nasionlnya tercermin dan terkandung dalam pembukaan UUD1945 yang tercermin dan terkandung dalam pembuaan UUD 1945 adalah ideology perjuangan, yang sarat dengan jiwa dan semangat perjuangan bangsa Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Dalam alinea 1 pembukaan UUD 1945 terkandung motivasi dasar dan pembenaran perjuangan (“Kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan bertentangan dengan prikemanusiaan dan peri keadilan”), alinea 2 mengandung cita-cita bangsa Indonesia (“Negara yang merdeka dan bersatu, berdaulat, adil, dan makmur”), alinea 3 memuat petunjuk atau tekad pelaksanaannya (menyatakan : “ Kemerdekaan atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa”), alinea 4 memuat tugas Negara/tujuan nasional, menyusun undang-undang dasar, bentuk susunan Negara berkedaulatan dan dasar Pancasila.

 

  1. 3.      Pancasila sebagai Ideology Terbuka

Pengertian ideology terbuka adalah ideology yang dapat berinteraksi dengan perkembangan jaman dan adanya secara internal. Pancsila adalah ideology terbuka, maka dalam mengembangkan pemikiran untuk mengamalkan pancasila disaat perubahan dan tantangan zaman yang terus bergerak dan dinamis, nilai-nilai dasar pancasila tidak boleh berubah. Sedangkan pelaksanaannya kita sesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan nyata yang kita hadapi dalam tiap kurun waktu.

Beberapa factor yang mendorong pemikiran mengenai keterbukaan ideology pancasila adalah:

  1. Kenyataan dalam proses pembangunan nasional dan dinamika masyarakat yang berkembang sangat cepat.
  2. Kenyataaan menunjukkan, bahwa bangkitnya ideology yang tertutup dan beku cenderung meredupkan perkembangan dirinya.
  3. Pengalaman sejarah politik kita sendiri pada masa lampau.
  4. Tekad kita untuk mempertahankan kesadaran akan nilai-nilai dasar pancasila yang bersifat abadi dan hasrat mengembangkan secara kreatif dan dinamis dalam rangka mencapai tujuan nasional.

Keterbukaan ideology pancasila terutama ditunjukkan dalam penerapannya yang berbentuk pola pikir yang dinamis dan dapat mengakui perkembangan jaman.

 

  1. B.  Fungsi dan Peranan Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat Berbangsa dan Bernegara

Isi Pembukaan UUD 1945 menggambarkan pandangan atau falsafah hidup bangsa, konsepsi dasar tentang kehidupan yang dicita-citakan, yang terkandung didalamnya gagasan dan fikiran terdalam mengenai kehidupan yang dianggap baik. Pandangan atau falsafah hidup pancasila itu merupakan kristalisasai dari nilai-nilai yang dimiliki bangsa Indonesia yang diyakini kebenarannya dan ketepatannya serta menimbulkan tekad untuk mewujudkannya.

Fugnsi dn peranan it uterus berkembang sesuai dengan tuntutan jaman. Itulsh sebabnya pancasila memiliki berbagai predikat sebagai sebutan nama yang menggmbarkan fungsi dan peranannya. Untuk memudahkan pemahaman akan fungsi dan peranan pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbnagsa dan bernegara diuraikan mulai dari yang abstrak sampai yang konkrit.

 

  1. 1.    Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia

Ini bearti pancasila berfungsi dan berperan dalam memberikan gerak dan dinamika serta membimbing kearah tujuan untuk mewujudkan pancasila.

  1. 2.    Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia

Ini berarti pancasila berfungsi dan berperan dalam menunjukkan adanya kepribadian bangsa Indonesia yang dapat dibedakan degna bangsa lain, yaitu berupa sifat tingkahlaku dan perbuatan yang senantiasa selaras, serasi dan seimbang sesuai dengan penghayatan dan pengalaman sila-sila pancasila secara built dan utuh.

  1. 3.    Pancasila sebagai dasar Negara Republic Indonesia

Sebutan ini mengandung arti bahwa pancsila digunakan sebagai dasar untuk mengatur dan pertahanan keamanan. Pancasila sebagai dasar Negara terdapat dalam alinea ke IV pembukaan UUD 1945 sebagai landasan konstitusional.

  1. 4.    Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum di Indonesia

Untuk mengatur penyelenggraan pemerintah Negara dan peraturan perundang-undangan. Semua perundang-undangan itu harus bersumber pada pancasila, mengnadung nilai-nilai luhur pilihan bangsa yang telah disepakati dan dirumuskan secara konstitusional dalam pembukaan U1945. Ketentuan yang mengatur tentang pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum (sumber tertib hukum) dapat ditemukan dalam ketetapan MPRS No. XX/MPRS/1996. Menurut ketentuan tersebut, yang disebut sumber dari sumber hukum adalah pandangan hidup, kesadaran dan cita-cita hukum, serta cita moral yang meliputi suasana kewajiban dan watak dari bangsa dan rakyat yang luhur.

  1. 5.    Pancasila sebagai perjanjian luhhur

Sebutan ini muncul dalam pidato kenegaraan presiden Soeharto didepan sidang Dewan Perwakilan Rakyat, Gotong-Royong (DPR-GR) pada tanggal 16 Agustus 1967. Pancasila dinyatakan sebagai perjanjian yang luhur seluruh rakyat Indonesia, yang berarti pancasila harus kita bela untuk selama-lamanya. Perjanjian luhur yang dimaksud telah dicantumkan pada tanggal 18 Agustus 1945 yakni saat Panitia Persiapan Kemerdekaan (sebagai wakil seluruh rakyat Indonesia) menetapkan dasar Negara pancasila secara konstitusional dalam pembukaan UUD 1945 (sebagai wakil seluruh rakyat Indonesia)menetapkan dasar Negara pancasila secara konstitusional dalam pembukaan UUD 945.

  1. 6.    Pancasila sebagai pandangan hidup yang mempersatukan bangsa Indonesia

Sebutan ini digunakan sebagai pengganti sebutan pancasila sebagai “alat pemersatu bangsa yang pernah disalah gunakan oleh pemimpin pemberontakan G-30S/PKI. Aidit menurutnya pancasila sebagai “alat pemersatu”, sudah kehilangan fungsinya setelah Irian Barat kembali kepangkuan Republik Indonesia. Sehingga dengan demikian pancasila dapat diganti dengan ideology lain ampuh untuk memelihara persatuan dan kesatuan bangsa, tetapi fungsi dan peranannya tidak sebagai alat, melainkan sebagai pandangan hidup yang memepersatukan bangsa Indonesia.

  1. 7.    Pancasila sebagai cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia

Dasar Negara Indonesia yang dirumuskan dan terkandung dalam pembukaan UUD 1945 juga memuat cita-cita nasional (alinea II dan IV). Cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia itu kemudian dijabarkan dalam tujuan pembangunan nasional melalui Garis- Garis Besar Haluan Nrgara (GBHN).

  1. 8.    Pancasila sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

Sebutan ini dapat dijumpai dalam ketetapan MPR No. II/MPR.1983. Pengertian asas disini meliputi juga dasar, landasan dan pedoman serta kata-kata lain yang mengandung pengertian yang sama dengan asas. Semau organisasi politik dan golongan karya, organisasi kemasyarakatan dan lembaga-lembaga kemasyarakatan, wajib mencantumkan asas ini dalam anggaan dasar masing-masing organisasi tersebut.

  1. 9.    Pancasila sebagai moral pembangunan

Sebutan ini mengandung maksud agar nilai-nilai luhur pancasila (norma-norma pancasila yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945)dijadikan tolak ukur dalam melaksanakan pembangunan nasional, baik dalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan maupun dalam evaluasinya.

  1. 10.              Pembangunan nasional sebagai pengamalan pancasila

Pancasila harus dilaksanakan pembangunan nasional yang berdasarkan pancasila dan UUD 1945. Yang dijabarkan dalam GBHN, pelita berbagai proyek dan seluruh kegiatan pembnagunan yang diselenggarakan oleh pemerintah dan rakyat baik ditungkat pusat maupun daerah semua berdasarkan pancasila.

 

  1. C.  Pelestarian Pancasila

Bagi bangsa Indonesia tidak ada keraguan sedikitpun mengenai kebenaran dan ketepatan pancasila sebagai pandangan hidup dan dasar Negara. Memang setelah proklamasi kemerdekaan 17Agustus 1945 tercatat sebagai peristiwa dan pergolakan politik sampai pemberontakan senjata, yang apabila dikaji secara mendalam mempunyai tujuan akhir untuk mengubah pancasilasebagai dasar Negara dan menggantinya dengan dasar Negara yang lain.

Dalam perjalanan sejara kita selama dari tiga dasawarsa merdeka kita mengalami berbagai babak sejarah. Ada masa kebenaran pancasila sebagai dasar Negara diperdebatkan lagi sehingga bangsa kita nyaris berada ditepi jurang perpecahan. Mengenai hal ini ssejarah politik dan ketatanegaraan kita mencatat kemacetan sidang konstituante, yang setelah tiga tahun tidak berhasil melaksanakan tugas,terutama karena adanya ikiran untuk mengganti pancasila dengan dasar Negara lain. Sehingga konstituante tidak berhasil mengambil keputusan mengenai dasar Negara Republik Indonesia. Akhirya dikeluarkan dekrit presiden pada tanggal 5 juli 1959, dalam dekrit presiden ini terkandung pula penegasan pamcasila sebagai dasar Negara telah tercantum dalam pembukaan UUD 1945.

Adapula masa untuk mengubah pancasila yang dilakukan dengan pemberontakan bersenjata yang penyelesaiannya memeakan waktu yang bertahun-tahun dan meminta banyak pengorbanan rakyat. Jalan lurus pelaksanaan pancasila juga dapat beberapa rintangan dengan adanya usaha pemutarbalikan pancasila dan pancasila dijadikan sebagai tameng untuk menyusupkan ideology lain yang justru bertentangan dengan nilai-nilai pancasila. Penafsiran pancasila harus dilaksanakan dan diamalkan besama untuk membimbing bangsa Indonesia demi terwujudnya kehidupan yang kita cita-citakan bersama.Untuk mencegah ancaman penyelewengan terhadap pancasila itu ditentuka oleh MPR sebuah TAP penafsiran pancasila harus dilaksanakan dan diamalkan bersama untuk membingbing bangsa Indonesia menuju terwujudnya kehidupan yang kita cita-citakan bersama. TAP Nomor II/MPR/1978,pada tanggal 22 maret 1978 yaitu ketetapan tentang pedoman dalam P4 yang menyatakan arti pancasila yang disingkat P4. Ada beberapa pengertian dasar dalam P4 yang menyangkut arti pancsila, arti penghayatan, arti pengamalan dan hubungan pancasila dengan kebebasan beragama.

1). Yang dimaksud dengan pancasila seperti tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yaitu sebagai satu kesatuan bulat dan utuh dari kelima sila, Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaaan yang dil dan beradab. Persatuan Indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia.

2). Yang dimaksud dengan penghayatan pancasila ialah meresapnya pancasila dalam hati nurani dan sikap batin manusia yang pada gilirannya terwujud didalma sikap, tingkah laku dan perbuatan sehari-hari.

3).   Yang dimaksud pengamalan Pancasila adalah kesungguhan hati nurani manusia Indonesia untuk melaksanakan pancasila sebagai perjuangan utama dalam kehidupan bermasyarakat dan kehidupan kenegaraan, yang berpangkal pada kesadaran sedalam-dalamnya bahwa pancasila adalah pandangan hidup bangsa dan Negara Republik Indonesia

  1. Pancasila dan UUD 1945 menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk unuk memeluk agamanya dan kepercayaannya itu.Kebebasan agama ialah salah satu hak paling asasi diantara hak-hak asasi manusia sebagai mahluk tuhan. Hak kebebasan beragama dan bukanlah pemberian Negara atau golongan.

 

Pokok-pokok isi atau esensialisasi P4 adalah sebagai berikut:

  1. Pancasila dalam P4 ditegaskan adalah sebagai
    1. Dasar Negara
    2. Kepribadian bangsa
    3. Pandangan hidup bangsa
    4. Tujuan P4 adalah menjaga kelestarian dan keampuhan pancasila demi terwujudnya tujuan nasional serta cita-cita bangsa seperti tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.
    5. Hakekat perumusan P4 bukanlah tafsir,melainkan sekedar penuntun dan pegangan hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bagi :
      1. Setiap warga Negara
      2. Setiap penyelenggara Negara
      3. Setiap lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan baik dipusat maupun di daerah.
      4. P4 berpangkal tolak dari kodrat manusia sebagai :
        1. Mahluk tuhan
        2. Mahluk pribadi
        3. Mahluk social dengan segala kemampuan dan kemauannya untuk mengendalikan diri dari kepentingan.
        4. P4 dinamakan juga Eka Prasetya Pancakarsa, Eka Prasetya adalah tekad tunggal dan janji lihur kepada diri sendiri dan sadar akan kodratnya untuk melaksanakan kewajiban. Pancakarsa adalah ribadi sebagai modal untuk mengamalkan kelima sila dari pancasila.

 

Kunci-kunci pokok dalam memahami P4 itu:

  1. Pedoman penghayatan daaan pengmalan pancasila merupakan penutupan sikap dan tingkah laku mnusia.
  2. Pedoman tersebut didasarkan atas kemampuan dan kelayakan manusiawi, karena itu apa yang ditunjukkan pada pedoman tadi memang dapat dilaksanakan oleh manusia Indonesia
  3. Pedoman ini dikembangkan dari kodrat sebsgsi makhluk pribadi dan makhluk social yang menyadarkan kita bahwa manusia hanya mempunyai arti dalam hubunagnnya dengan manusia lain.
  4. Pedoman tersebut juga dikembangna dari pandangan pancasila terhadap hubungan anatarmanusia dan masyarakatnya yang mengajarkan kepada kita bahwa kebahagiaan itu akan terasa jika saat dikembangkan keselarasan, keserasian, dan keseimbangan.
  5. Berasarkan hal-hal diatas pngkal otak penghayatan dan pengamalan pancasila adalah kemampuan dan kemauan seseorang dalam mengendalikan diri dan kepentingannya agar dapat melaksanakan kewajibannya sebagai warga Negara dan warga masyarakat.

 

BAB III

HUBUNGAN TUGAS GURU DAN NILAI-NILAI LUHUR PANCASILA

 

  1. A.       HUBUNGAN TUGAS GURU SEBAGAI PENDIDIK DAN APARATUR  NEGRA DENGAN NILAI MORAL PANCAASILA

Pendidikan merupakan salah satu aspek kehidupan manusia yang meupakan usaha manusia untuk menjembatani individu yang baru lahir dngan masyarakat lingkungannya. Makin maju dan berkembangnya satu masyarakat maka jarak antara individu yang baru lahir dengan masyarakatnya menjadi semakin jauh, sehingga diperlukan usaha yng lebih tangguh untuk menjebataninya. Usaha untuk menjembatani jarak inilah disebut pendidikan pada umumnya.Pendidikan di Indonesia merpakan upaya bangsa Indonesia dalam membantu pertumbuhan anak/peserta didik yang ada hakekatnya adalah :

v  Usaha sadar untuk mengmebnagkan dan kemampuan peserta didik, berupa kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau pelatihan bagi perannya dimasa yang akan dating.

v  Merupakan budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia.

v  Pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan berlangsung seumur hidup

 

Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia yang berdasarkan pada Pancasila dan UUD 1945. Dengan system pendidikan nasional yang terpadu, dari semua satuan dan kegiatan pendidikan yang berkaitan satu dengan yang lainnya , untuk mengusahakan tercapainya tujuan pendidikan nasional.

Adapun tenaga pendidik adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dalam penyelenggaraan pendidikan. Dan tenaga pendidik adalah anggota masyarakat yang bertugas  membimbing, mengajar dan atau melatih peserta didik, tidak lain adalah seorang guru. Sebagai seorang guru mempunyai tugas menyelenggarakan mengajar, melatih, meneliti, mengembangkan dan memberikan pelayanan tiknis dibidang pendidikan. Untuk dapat diangkat sebaia tenaga pengajar, tenaga pendidik harus bermain dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berwawasan pancaasila dan UUD 1945  serta memiliki kualifikasi sebagai tenaga pengajar. Berdasarkan uraian diatas maka seoarnag guru harus melaksanakan kewajiban untuk :

 

  • Menbina loyalitas pribadi dan peserta didik terhadap ideology Negara pancasila dan UUD 1945.
  • Menjungjung tinggi kebudayaan bangsa.
  • Melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab pengabdian.
  • Meningkatkan kemampuanprofesional sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembnagunan bangsa.
  • Menjaga nama baik sesuai dengan kepercayaan yang diberikan masyaraka, bangsa dan Negara.

Dengan kewajuban-kewajiban guru sebagai pengajar dan pendidik yang sudah terurai diatas, maka seorang guru juga sebagai aparat Negara yang akan memajukan bangsa dan Negara, mengendaikan diri untuk kepentingan bangsa dan Negara dalam pendidikan dengan landasan pancasila dan undang-undang dasar 1945 dan palsafah pancasila. Dalam mengusahakan pendiidkan sudah tentu akan mengikuti kerangka berfikir yang didasari atas nilai-nilai yang terkandung didalam pancasila. Digali dari budaya bangsa yang memberikan acuan kepada usaha pendidikan dengan tidak terlepas dari akar budaya bangsa.Oleh sebab itu seorang guru sebagai pelaksana pendidiakan dalam bersikap, berprilaku sebaiknya berceermin kepada nilai-nilai luhur pancasila. Pancasila dijadikan pegangan dalam setiap langkah dari gerak guru agar dapat menunjang tercapainya tujuan pendidikan nasional.

Adapun tujuan pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dn bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Bila kita simak apa yang terkandung dalam tujuan pendidikan nasional tersebut, merupakan cermin dari nilai-nilai luhur pancasila. Dengan demikian dalam pelaksanaan tugasnya guru harus mengamalkan nilai-nilai luhur pancasila, dijiwai dan dilandasi oleh nilai-nilai luhur pancasila demi kemajuan dan pembangunan bangsa.

 

  1. B.       Hubungan Butir-Butir Etika Guru dengan Nilai-Nilai Moral Pancasila

Dalam menyelenggarakan pendidikan, guru sebagai tenaga pengajar dan pendidik sangat penting peranannya, disamping juga ada unsure lain seperti sarana, kesejahteraan, kurikulum dan system penilaian. Untuk mencapai hasil pendidikan yang berkualitas maka guru dituntut kerja secara professional, memiliki kemampuan, keahlian dalam proses belajar mengajar, menguasai materi pelajaran dan sebagainya. Setiap guru tenaga professional memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi dalam melaksanakan tugas pokokny a sebagai pendidik dan pengajar.

Untuk membina tanggung jawab yang tinggi seorang guru yang berstatus pegawai negeri, harus diambil sumpah jabatannya pada awal pengangkatannya. Sumpah jabatan pada dasarnya merupakan norma hukum harus yang ditaati, meskipun tidak ditetapkan dalam bentuk perundang-undangan.

Sumpah jabatan dilakukan pengokohan dengan pengambilan sumpah menurut agama atau kepercayaan guru yang bersangkutan oleh rohaniawan. Hal ini mencerminkan pengalaman nilai Ketuhanan Yang maha esa yang berarti bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

Sumpah jbatan guru secara garis besarnya menurut norma-norma:

  1. Kewajiban menjungjung tinggi dan membela konstitusi Negara, termasuk pandangan hidup bangsa dan dasar Negara pancasila (mencerminkan nilai persatuan)
  2. Kewajiban melaksanakan jabatan untuk kepentingan kemanusiaan, khususnya kepentingan bangsa   dan Negara (mencerminkkan nilai kemanusiaan)
  3. Larangan menganut paham dan mengajarkan teori-teori yang bertentangan dengan ideology Negara yang diakui sah oleh pemerintah (mencerminkan nilai-nilai persatuan).
  4. Kewajiban mewujudkan dan mengerjakan aspek-aspek khusus dalam rangka pembentukan warga Negara yang memahami dan menjalankan hak dan kewajiban (mencerminkan nilai kemanusiaan).

Selain sumpah jabatan guru-guru di Indonesia dituntut pula untuk mentaati norma-norma didalam kode etik guru Indonesia yang dikleuarkan oleh organisasi Profesional Guru Indonesia yaitu Persatuan Guru Republik Indonesia(PGRI). Kode Etik Guru Indonesia ini merupakan pedoman guru dalam melaksanakan tugaanya, menjaga wibawa dan nama baik seorang guru. Persatuan Guru Republik Indonesia menyadari bahwa pendidikan merupakan suatu bidang pengabdian terhadap tuhan yang maha esa., bangsa dan tanah air, serta kemanusiaan pada umumnya. Untuk itu perlu adanya norma yang mengatur guru dalam melaksanakan tugasnya, baik hubungan guru dengan murid, guru dengan teman sekerja, guru dengan orang tua dan masyarakat, guru dengan jabatannya maupun guru dengan pemerintah. Norma tersebut dari pancasila sebagai pndangan hidup bangsa dan UUD 1945 sebagai hukum dasar.

Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan UUD 1945 dalam melaksanakan karyanya berpedoman pada Kode Etik Guru sebagai berikut :

Guru berbakti membimbing anak didik sutuhnya untuk membentuk manusia pembnagunan yang berpancasila seperti :

  1. Guru menghormati hak individu, agama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa ( cermin sila pertama Pancasila)
  2. Guru menghormati dan membimbing kepribadian anak didiknya ( cermin sila kedua Pancasila)
  3. Guru melatih anak didik memecahkan masalah-massalah dan membina daya kreaasinya agar dapat menunjang masyarakat yang sedang membnagun (cermin sila kelima pancasila)
  4. Guru memiliki kejujuran professional moral dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing-masing ( cermin sila kedua Pancasila).
  5.  Guru mengadakan komunikasi terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik, tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan (cermin sila kedua pancasila)
  6. Guru menciptakan suaasana kehidupan sekolah yang memelihara hubungan orang tua murid dengan sebaik-baiknya bagi kepentingan anak didik(cermin sila ketiga Pancasila)
  7. Guru memelihara hubungan baik dengan msyarakat disekitar sekolah maupun masyarakat yang lebih luas untuk kepentingan kependidikan (cermin sila ketiga Pancasila)
  8. Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan dalam bidang kependiidkan dan sebagainya.

 

Jadi berdasarakan beberapa uraian Kode Etik gurudi atas dapat kita renungkan bahwa seorang guru dapat melaksanakan tugas sebagai pendidik dan pengajar mempunyai etiket atau norma. Pada dasarnya etiket atau norma seorang guru bersumber pada pandangna hidup bangsa  yaitu Pancasila. Sehingga sikap dan perilaku guru dalam melaksanakan tugas tidak terlepas dari pancasila bahkan dijiwai oleh nilai-nilai luhur Pancasila. Dalam perkembangan anak didik akan menghadapi berbagai ketentuan yang terdapat dimasyarakat dan mengikat susila, moral, hukum,agama yang dijadikan pedoman dalam hidup bersama. Nilai-nilai yang terkandung dalam adat, tata susila,moral dan hukum dimasyarakat bersumber  pada pandangna hidup bangsa yakni pancasila. Dengan demikian guru sebagai pendidik dan pengajar harus membimbing, melatih, mengarahkan anak didiknya agar dapat berkembang sesuai dengsn norma-norma yang berlaku dalam amsyarakatnya. Tentunya diawali dari guru itu sendiri menerapkan etiket seorang guru yang bersumber pada nilai-nilai luhur Pancasila dan dasar Negara.

 

  1. C.       Penerapan Nilai-Nilai Moral Pancasila Dalam Sikap dan Perilaku Guru Sebagai Panutan Dalam Pembangunan

Istilah guru diberikan kepada orang yang mengajar dan mendidik di tingkat SD, SLTP dan SLTA. Guru yang bertugas diperguruan tinggi disebut disen dengan tugas pokok wewenang dan tanggung jawab lebih luas, yaitu disbanding pendiidkan dan pengjaran, peneitian dan pengabdian masyarakat. Ketiga bidang ini disebut Tridarma Perguruan Tinggi.

Sebagai pengajar yang baik, hubungan yang terjalin diantara guru dan murid adalah saling percaya. Murid percaya kepada gurunya, karena mereka yakin guru mempunyai kemampuan untuk meyerap bahan yang akan diajarkan. Disamping itu sangat diperlukan hubungan yang membangkitkan rasa senang pada diri murid untuk belajar, karena murid melihat kemampuan guru untuk menerangkan hal yang sulit menjadi mudah melalui bahasa yang sederhana.

Diantara generasi tua dan muda seringkali terdapat jurang pemisah, terutama dalam hal pendapat, guru sebagai pembaharu harus mampu menjembatani jurang pemisah dengan membebaskan keterkaitan murid pada masa ini dan mampu memandang jauh kedepan. Hubunga yang terbuka diantara guru dan murid seperti hubungan ibu mencintai anaknya yang baru mulai berjalan.

Guru yang baik menjadi panutan murid-muridnya. Hubungan guru dan murid  didalam hal ini seperti hubungan para penggemar terhaadap tokoh idolanya.  Tetapi guru harus mengarahkan perkembangan muridnya sesuia kepribadiannya masing-masing, tidak mentah-mentah menjiplak kepribadian guru.

Ada guru yang beranggapan bahwa ia sudah mengetahui segala hal, sehingga tidak mempunyai keinginan untuk belajar lagi. Guru yang bersikap seperti ini akan mematikan gairah  murid untuk menggali ilmu batu, lebih baik guru mempunyai anggapan bahwa pengetahuannya masih kurang, kemudian bersama-sama dengan para murid mencari keberadaan ilmu pengetahuan. Disini hubungan murid dan guru seperti murid dan teman sejawatnya.

Dalam perjalanan hidup menempuh jenjang kedewasaan murid memerlukan seseorang untuk mendengarkan dan memeberikan nasehat yang sangat berguna untuk mengatasi masalah yang sedang mereka hadapai. Gurunya yang bijaksana sangat menghargai apa yang dikemukakan oleh muridnya, hubungan yang berdasarkan saling menghargai itu akan sangat menolong pemecahan masalah  yang sedang dihadapi murid. Guru harus menyadari bahwa murid yang mempunyai kemampuan, mencipta hak terbatas. Tugas guru disini membantu untuk menemukan cara memanfaatkan kebutuhan berkreasi, jadi hubungan guru dan murid idsini serupa dengan hubungan bidan  dan ibu yang sedang ditolong dalam melahirkan bayinya. Guru membimbing murid melahirkan, menghaislkan dan mengembangkan daya ciptanya, kreasinya.

Guru menjadi orang yang tidak tahu dan yakin akan pengetahuan anaknya sekaligus sadar akan keterbatasannya. Pribadinya tercermin dalam segala tindakan, baik mengenai hubungan  antara sesame manusia maupun cara dalam mengambil keputusan . Keunggulan pengetahuan seorang guru sangat membantu peningkatan hasrat murid untuk belajar. Dibawah  naungan guru yang berwibawa murid merasa aman seperti anak ayam dibawah sayap induknya.

Guru perlu mengetahui sebagai manusia murid mempunyai potensi untuk berbagai kemungkinan. Murid belum tentu menyadari potensi yang mereka miliki. Gurulah yang harus menolong murid menyadarkan mereka dan berusaha untuk mengembangkannya.    Guru sebagai penilai harus memberi penilaian  pada murid bukan untuk mengadilinya. Guru harus bertindak adil dan berhati-hati untuk membantu menyadari apa yang telah dicapainya dan apa yang belum, membimbing mereka untuk mengatasi kelemahannya serta mengembnagkan kekuatannya.

Perilaku guru yang sudah diuraikan diatas dapat diuraikan penuntun bagi anak didiknya sebagai wujud dari nilai-nilai luhur Pancasila diantaranya :

v  Seorng guru yang menghargai martabat muridnya

v  Guru yang mempercayai muridnya

v  Guru yangmengerti akan hak-hak dan kebutuhan anak didiknya

v  Guru yang terbuka akan perbedaan pendapat dengan murid

v  Guru yang rendah hati, tidak sombong

v  Guru yang mengakui kemampuan anak didiknya

v  Guru yang mau berusaha meningkatkan pengetahuan

v  Guru yang berusaha meningkatkan kemampuan anak didiknya

v  Guru yang bersikap adil dalam penilaian dan sebagainya.

Seorang guru juga mempunyai tanggung jawab memberikan bimbingan anak. Bimbingan anak adalah pertolongan yang diberikan kepada naka dengan harapan membantu anak untuk menentukan kemana ia akan pergi, apa yang ingindikerjakannya atau bagaimana ia sebagainya mencapai tujuan. Bimbingan juga merupakan usaha mempengaruhi anak sehingga ia dapat berjalan selaras dalam keluarga maupun lingkungan socialnya.

Terlebih dimasa pembangunan ini, guru hendaknya dapat dijadikan teladan, baik sikap, perilaku dan tanggung jawabnya sebagai pembimbing, dan pendoronganak didik agar lebih maju dalam prestasinya, meningkatkan kemampuan da keterampilan siswa dimasa pembangunan. Anak didik dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, yang akhirnya akan bermanfaat bagi bangsa Indonesia mempunyai semangat berpartisipasi aktif dalam pembangunan nasional sebagai manuisa pembangunan.

Manusia kreatif yang dimaksud adalah manusia yang dapat diandalkan, kreatif akhirnya mampu membangun bangs. Manusia pembangunan secara umum adalah manusia-manusia yang cerdas, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Ynag maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, sehat jasmani dan rohani, berkepribadian mantap dan mandiri serta bisa bertanggung jawab terhadap bangsa dan masyarakat.

Untuk menghasilkan manusia pembangunan semacam ini sangat diperlukan peranan guru, figure yang pantas digugu dan ditiru baik dalam sikap dan prilakunya, berlandaskan nilai-nilai luhur Pancasila.

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

 

 

 

 

  1. A.     Kesimpulan

Dari pembahasan diatas sudah diuraikan dapatlah disimpulkan :

  1. Pendidikan adalah usaha dasar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan/atau latihan bagi perannya dimasa yang akan dating .
  2. Pendidikan nasional adalah pendiidkan yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia dan yang berdasarkan pada pancasila dan UUD 1945.
  3. Tenaga Pendidik  adalah anggota masyarakat yang betugas membina, mengajar dan melatih peserta didik.

Guru adalah seorang pendidik berkewajiban untuk :

  • Membina loyalitas dan peserta didik terhadap ideology Pacsila dan UUD 1945
  • Melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan pengabdian.
  • Mrningkatkan kemampuan professional sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembangunan bangsa.
  • Menjaga nama baik sesuai dengan kepercayaan yang diberikan masyarakat bangsa dan Negara.
  1. Fungsi pancasila bagi abngsa Indonesia adalah :
  • Pancasila sebagai falsafah, pandangan hidup bangsa yang berarti pancasila berfungsi sebagai pedoman dan pegangan dalam hal sikap, tingkah laku dan perbuatan sehari-hari, dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara bagi bangsa Indonesia dimanapun berada.
  • Pancasila sebagai ideology nasional, berarti ideology yang dapat berinteraksi dengan perkembangan jaman dan adanya dinamika secara internal.
  1. Fungsi dan peranan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara :
  • Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia
  • Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia
  • Pancasila sebagai dasar Negara dan sumber dari segala sumber hukum di Indonesia
  • Pancasila sebagai perjanjian luhur
  • Pancasila sebagai pandangan hidup yang mempersatukan bangsa Indonesia
  • Pancasila sebagai cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia
  • Pancasila sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
  • Pancasila sebagai moral pembangunan
  • Pembangunan nasional sebagai pengamalan pancasila.
  1. Nilai-nilai luhur pancasila adalah mencakup nilai-nilai
    1. Keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Ynag Maha Esa
    2. Keberadaban
    3. Keadilan
    4. Persatuan
    5. Mufakat
    6. Kesejahteraan
    7. Kebebasan
    8. Guru Indonesia adalah guru yang dijiwai dan didasari nili-nilai luhur pancasila dalam bersikap dan berprilaku, sehingga sikap dan perilaku guru dalam kehidupannya mencerminkan nilai-nilai luhur pancasila, agar dapat mempersiapkan anak didiknya menjadi manusia-manusia pembangunan yang dijiwai oleh nilai-nilai luhur pancasila. Karena guru dalam usaha melestarikan nilai-nilai luhur pancasila melalui anak didik yang dididknya, melalui sikap dan perilakunya yang diteladani oleh anak-anak didik, maka guru akan dapat menanamkan contoh dengan sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai luhur Pancasila seperti:
      1. Kepercayaan dan ketaqwaan kepada Tuhan Ynag Maha Esa
      2. Guru yang mempunyai adanya kemmapuan anak didiknya
      3. Guru yang bermusyawarah dapat mneghargai dan menerima pendapat anak didik
      4. Guru yang menghargai kebebasan anak didik untuk mengembnagkan kreatifitas dan pengetahuannya
      5. Guru yang selalu berusaha mengembnagkan profesionalismenya, berusaha keras menambah ilmu pengetahuannya
      6. Guru yang menjalin hubungan tanpa membeda beda kan teman sejawat, anak didik maupun dengan masyarakat dan sebagainya.

Dengan demikian jelaslah bahwa guru mempunyai peranan penting dalam melestarikan nilai-nilai luhur pancasila.

 

  1. B.     Saran

Dalam melestarikan nilai-nilai pancasila, sikap dan perilaku guru mempunyai peranan penting, maka guru hendaknya membekali dirinya dengan nilai-nilai luhur budaya bangsa sehingga mempunyai rasa, jiwa, perilaku, budi pekerti yang baik beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Ynag Maha Esa.

Hendaknya guru sebagai pendidik dan pengjar dapat mengembnagkan profesionalisme agar dapat mengembnagkan kretifitasnya, bertanggung jawab dan dapat membudayakan nilai-nilai luhur pancasila dalam kehidupan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENUTUP

 

 

Sebagai bangsa yang besar mempunyai nilai-nilai budaya, telah diuji dan ditempa oleh pelajaran sejarah. Kita selalu optimis menhadapi perubahan jaman namun jangan sampai larut dalam proses perubahan jaman yang ada. Sebaiknya kita perlu waspada berbagai akibat negative dari perubahan yang ada dengan  tekad dan nilai-nilai luhur pancasila mka timbullah kesadaran untuk  mengamalkan sikap dan perilaku yang didasari nilai-nilai luhur Pancasila.

Akhirnya penulis berharap bahwa guru sebagai pendidik dan pengajar dapat member contoh dan menanamkan sikap perilaku yang dijiwai nilai-nilai moral pancasila disetiap waktu, sehingga anak didik dapat meneladani sikap dan perilaku tersebut sebagai wujud pelestarian nilai-nilai luhur pancasila.

Penulis mengucapkan syukur atas terselesaikannya karya tulis ini, meskipun belum sempurna mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kehidupan penulis pribadi amupun guru-guru di Indonesia pada umumnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

  1. Alfan, Politik Kebudayaan dan Manusia Indonesia. Jakarta LP3ES, 1980

 

  1. Frans Magnis Suseno, Etika Politik, Prinsip-Prinsip, Moral Dasar Kenegaraan Modern, Jakarta, Gramedia

 

  1. Kelompok Studi Pancasila Universitas Parahyangan, Ideologi Pancasila adalah Ideologi Negara dan Bangsa Indonesia, Bandung , Universitas Parahiyangan, 1985

 

  1. Pranaka, AMW, Sejarah Pemikiran Tentang Pancsila, Jakarta CSIS, 1986

 

  1. Sunoto, Filsafat Sosial dan Politik Pancasila, Yogyakarta, Liberty, 1985

 

  1. Slamet Sutrisno (ed), Pancasila Sebagai Metode, Yogyakarta, Andi, 1985

 

  1. Suwarno, PJ, Masalah-Masalah Humanior Dalam Pengamalan Pancasila, Yogyakarta, IKIP Sanata Dharma, 1988

 

  1. Santono Kartodirjo, Sejarah Nasional Indonesia, Jakarta Departemen Pendiidkan dan Kebudayaan, 1975

 

  1. Soeparno, M.Ed, Badan Penataran P4, Jakarta, BP-7 pusat, 1995

 

  1. Team, Ensiklopedi Nasional Indonesia, Jakarta, PT. Cita Adi Pustaka,1989

 

  1. Soepranoto, M.Ed, Mimbar BP-7 Media Pembudayaan P4, Jakarta BP-7, 1997

 

  1. Wikarta, Sistem Pendidikan nasional, Jakarta, CV. Eka Jaya,1989

 

H. Hadiri Nawawi, Kebijakan Pendidikan di Indonesia Ditinjau dari Sudut Hukum, Yogyakarta, Gajah Mada University. Press, 1994

Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s